PUISI LIMA SILA
Pertama kali kuletakkan Tuhan
Pada keesaan yang dikultuskan
Meski yakinku dan yakinmu berbeda
Amin kita senantiasa terus bersama
(Ketuhanan)

Kedua kali aku ingin menaruh kasih
Padamu dan jiwa-jiwa penuh rintih
Sebagai manusia yang sama-sama lemah
Dan berjuang menghidupkan tubuh-tubuh cinta
(Kemanusiaan)
Selanjutnya mari kita dalam satu rasa
Memeluk bersama doa-doa paling tabah
Sebab kita bukan hanya sebagai manusia
Namun, menjadi rajutan bernama Indonesia
(Persatuan)
