Pun, mari kita bertukar lisan
Bertukar mimpi yang mungkin tak pernah selesai
Sampai mimpi-mimpi itu berlabuh
Pada dermaga cita paling utuh
(Permusyawaratan)
Nyatanya kita tak ada beda
Sekujur darah kita masih sama
Tetap berwarna merah putih
Dalam dekapan tulus sang Ilahi
(Keadilan)

PANCASILA DI TUBUHMU, KASIH
(sebuah puisi untuk Gus Dur)
Setelah tangisku pecah dalam keyakinan
Dirimu adalah doa yang kurentangkan
Hingga rindu-rindu ini dilepaskan dengan tabah
Aku tetap mengenangmu sebagai darah lima cinta
