PUISI LIMA SILA

Pun, mari kita bertukar lisan
Bertukar mimpi yang mungkin tak pernah selesai
Sampai mimpi-mimpi itu berlabuh
Pada dermaga cita paling utuh
(Permusyawaratan)

Nyatanya kita tak ada beda
Sekujur darah kita masih sama
Tetap berwarna merah putih
Dalam dekapan tulus sang Ilahi
(Keadilan)

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

PANCASILA DI TUBUHMU, KASIH
(sebuah puisi untuk Gus Dur)

Setelah tangisku pecah dalam keyakinan
Dirimu adalah doa yang kurentangkan
Hingga rindu-rindu ini dilepaskan dengan tabah
Aku tetap mengenangmu sebagai darah lima cinta

Tinggalkan Balasan