Ramadan dan Kesalehan Sosial

Tokoh sufi abad ke-10, Syeikh Abdul Wahab Al-sya’roni mengatakan, bahwa itsar adalah kebiasaan kaum sufi yang dicintai oleh Allah SWT. Karena itu, Allah SWT memuji mereka, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Hasyr 59: ayat 9;

وَا لَّذِيْنَ تَبَوَّؤُ الدَّا رَ وَا لْاِ يْمَا نَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّوْنَ مَنْ هَا جَرَ اِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُوْنَ فِيْ صُدُوْرِهِمْ حَا جَةً مِّمَّاۤ اُوْتُوْا وَيُـؤْثِرُوْنَ عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَا نَ بِهِمْ خَصَا صَةٌ ۗ وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَـفْسِهٖ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati Kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin) atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr 59: Ayat 9).

Sebagian mengatakan bahwa Itsar adalah kemuliaan (karom), saling lapang dada. Karom dalam ini adalah, menginfakkan harta secara mudah untuk urusan yang mulia serta manfaat yang banyak.

Termasuk dalam kategori kesalehan,selain kegiatan di luar ibadah yang berhubungan dengan Tuhan (habl min Allah), juga tentunya kegiatan terkait hubungan dengan sesama manusia (habl min al-Nas), seperti gerakan atau gotong-royong membangun kebersamaan dengan warga, kelompok, serta masyarakat sekitar terkait persoalan lingkungan dan kemanusiaan.

Menarik, ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang keshalehan dari kata “Shalaha“, tersebar sebanyak 180 kali, 30 persennya dibarengi dengan kata keimanan. Ini menunjukkan bahwa, keimanan adalah fondasi dasar dalam beramal saleh. Keduanya selalu ada dan beriringan. Artinya, kesalehan tak terpisahkan dengan kesempurnaan iman. Begitu juga sebaliknya, kesalehan tak berarti apa-apa tanpa dibarengi dengan keimanan.

Akhirnya dari sini kita tahu bahwa, kesalehan sosial bertujuan untuk mencapai nilai-nilai sosial melalui gerakan yang bermanfaat bagi masyarakat luas, dan merupakan bagian dalam upaya untuk menghilangkan strata sosial yang timbul dari kepedulian sosial dari dalam diri masing-masing. Jadi, kesalehan yang ideal menurut Al-Qur’an adalah, kesalehan yang memadukan secara sinergitas antara kesalehan ritual individual dan kesalehan sosial, tidak hanya mementingkan diri sendiri, tapi juga memikirkan yang lain. Wallahu a’lam bisshawaab…

Tinggalkan Balasan