Artinya, bulan Ramadhan bukan sekadar dimaknai sebagai bulan diwajibkannya berpuasa bagi seluruh umat Islam. Akan tetapi, lebih dari itu yakni, sebagai bulan perbaikan atau pendidikan sikap serta perilaku setiap individu muslim. Dari yang awalnya berperilaku sombong, intoleran, dan suka menghasut, menjadi toleran, santun, ramah, dan lain-lain guna mewujudkan keharmonisan sosial dan perdamaian secara universal.
Keharmonisan Sosial

Walau begitu, untuk mewujudkan keharmonisan sosial antar-setiap individu pada bulan Ramadhan ini bukanlah perkara mudah. Apalagi bila sekadar konsep. Akan tetapi, memerlukan suatu upaya cukup besar dan sulit. Di antaranya adalah: Pertama, menjaga pandangan agar tidak terus-menerus melihat hal-hal yang dapat memalingkan hati dari berzikir kepada Allah dan melupakan manusia untuk mengingat akhirat.
Kedua, menjaga lisan dari ucapan-ucapan kotor, menjerumuskan, bohong, dan menggunjing serta memaksa diri sendiri agar diam (tidak melakukan hal-hal tersebut) dan tidak berbicara kecuali dalam kebaikan, zikir, dan membaca Al-Quran.
