Tapi untuk kali ini, sudah kok, masjid-masjid sudah dibersihkan, bahkan jauh lebih awal dari biasanya, dan jauh lebih steril. Tapi yang aneh, pintu-pintunya justru semakin menyempit untuk dimasuki, beberapa bahkan tak boleh sama sekali.
Membayangkan nanti saat malam-malam Ramadhan, menjelang maghrib, saat sahur, sepertinya semua akan jadi berbeda. Benarkah tak ada tarawih bersama? Tadarus bersama?

Kalau benar demikian, kok rasanya sepertinya Allah menurunkan siksa neraka lebih cepat di dunia ini. Saat muncul rasa yang kuat ingin beribadah kepada-Nya, ingin menggenapi segala amal kebajikan, tapi tak ada kesempatan. Pintu-pintu tempat sujud telah disegel. Semua pintu taubat telah ditutup. Ingin menjalin silaturahmi dengan saling mengunjungi tapi tak boleh.
