Maka diperlukan suatu cara agar Pancasila dapat terus hidup dan bergerak maju ke fase resurgence. Mengingat perjuangan memerdekakan Indonesia tidak terlepas dari semangat melanggengkan Pancasila. Dan hal tersebut, yang berulang kali dipesankan oleh para Pahlawan kepada para penerusnya. Pancasila harus dipertahankan. Pancasila harus diamalkan.
Merawat Ideologi Bangsa

Kesucian nilai Pancasila yang mulai rusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab harus diperbaiki. Melakukan serangkaian gerakan dan mesakralkan kembali nilai-nilai Pancasila agar tidak mudah dirusak dan digunakan secara sembarangan. Pun, apabila cara ini berhasil, dapat juga menutup gerak kelompok radikal untuk menyebarkan ideologi khilafah. Ideologi yang secara keras dipaksakan masuk dalam suatu negara, dan memerintah dengan diktator.
Ada dua fase yang harus dilakukan oleh seluruh rakyat Indonesia untuk membangkitkan Pancasila menjadi satu-satunya ideologi negara. Pertama, dimensi logos (penalaran). Artinya, Pancasila harus diperlakukan sebagai ideologi terbuka. Pancasila tidak boleh hanya dijadikan sebagai untaian kata yang kaku tanpa adanya pemaknaan. Sebaliknya, Pancasila harus dijadikan hikayat nilai berharga yang mempunyai pemaknaan mendalam. Pancasila harus dijadikan ideologi dengan basis nalar kritis dan bersifat adaptif terhadap zaman. Sehingga nilai yang ada pada Pancasila dapat menyelesaikan permasalahan sosial kenegaraan.
Kedua, dimensi ethos (pengamalan). Apabila sudah dipahami sepenuhnya, Pancasila harus diamalkan. Hal ini bertujuan sebagai syiar akan eksistensi Pancasila, agar nantinya dikenal oleh banyak orang. Selain itu, pengamalan juga berfungsi sebagai pemindahan perintah positif ke dalam diri sendiri, agar nantinya tubuh selalu menuju pada hal yang bersifat positif dalam nilai Pancasila. Kelima nilai Pancasila akan mengantarkan manusia menjadi sosok yang religius, mempunyai jiwa kemanusiaan, suka persatuan, mempertimbangkan segala sesuatunya secara matang, dan menjunjung tinggi keadilan.
