Relasi Agama dan Budaya

Agama dan budaya ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Budaya sarat akan nilai-nilai spiritualitas sebagai perwujudan dari ajaran agama. Sementara agama membutuhkan budaya sebagai tempat aktualisasi dari nilai-nilai agama.

***

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Konflik kultural kembali merebak di jagat maya Indonesia. Sebuah video menunjukkan seorang pria menendang sesajen di kawasan erupsi Semeru menuai kecaman dari warganet. Menurutnya, sesajen tidak sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya (baca: Islam). Namun, bagi publik, tindakan pria tersebut terlalu arogan dan dapat menyakiti hati para penganutnya.

Dalam video yang sempat trending di media sosial tersebut tampak seorang pria membuang sebuah sesajen diiringi perkataan, “Ini yang membuat murka Allah. Jarang sekali disadari bahwa inilah yang justru mengundang murka Allah, hingga Allah menurunkan azabnya. Allahu Akbar,” ujarnya dalam video tersebut.

Tidak dapat dimungkiri, Indonesia terbentuk dari keberagaman. Terdiri dari bermacam agama, suku, budaya, ras, dan golongan. Dalam masyarakat multikultur yang demikian, seringkali terjadi benturan berupa konflik antarkelompok yang berdampak pada pola kehidupan bermasyarakat.

One Reply to “Relasi Agama dan Budaya”

Tinggalkan Balasan