Relasi Agama dan Budaya

Bukan tanpa sebab, konflik masyarakat seringkali meledak di beberapa wilayah Indonesia. Adanya sikap etnosentrisme yang menganggap kelompok lain lebih rendah daripada kelompoknya, hal ini dapat menimbulkan konflik hingga berbuntut pertikaian.

Konflik budaya menjadi permasalahan pelik ketika dikotomi isu agama. Sebagaimana disinggung di awal, agama dan budaya memiliki keterkaitan yang sangat erat. Agama adalah sesuatu yang bersumber dari Tuhan, sedangkan budaya adalah cipta, rasa, dan karsa dari manusia. Keduanya memiliki relasi timbal balik yang dapat saling memperkaya ajaran agama maupun khazanah kebudayaan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Akan tetapi, realitasnya budaya kerap dibenturkan dengan ajaran agama. Beberapa budaya memang bertentangan dengan agama. Namun, budaya yang demikian tidak serta-merta ditiadakan begitu saja. Budaya tersebut diinfiltrasi nilai-nilai agama agar menjadi budaya yang beragama.

 Ada pula budaya yang selaras dengan ajaran agama tertentu, namun bertolak belakang dengan agama lainnya. Akar permasalahan ini kurang lebih sama dengan kasus pembuangan sesajen di kawasan erupsi Gunung Semeru yang menganggap sesajen bertentangan dengan ajaran agama Islam.

Namun, bagaimana dengan tindakan yang dilakukan pria dalam video pembuangan sesajen? Hemat saya, jika memang tujuannya dakwah, tidak sepatutnya dilakukan dengan sikap arogansi. Dari tindakannya semakin menunjukkan betapa rentannya sikap menghargai, kentalnya prasangka, dan rendahnya pengertian antarkelompok. Dakwah tidak serta-merta dilakukan dengan menghakimi suatu budaya/tradisi yang sebetulnya adalah ajaran agama tertentu. Tetapi diperlukan suatu pendekatan dan pengkajian, karena mengingat Indonesia adalah negara majemuk dengan pelbagai keragamannya.

One Reply to “Relasi Agama dan Budaya”

Tinggalkan Balasan