Replik terhadap Framing Tradisi Pesantren

“Ulul amri” di sini menurut para ulama ialah ahlul ilmu, serta menurut sebagian mufasir lainnya ialah “pemerintah dan ulama” (tetap mencantumkan ulama).

Kemudian, Baginda Nabi tidak membatasi bentuk penghormatan itu sendiri kecuali jika itu berlebihan sampai menuhankannya atau menyentuh hal yang dilarang oleh syara’. Beliau bersabda: “لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق”. https://binbaz.org.sa/fatwas/

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Perihal hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, dalam musnadnya merupakan hadis dhaif (yang tidak bisa dijadikan hujjah). Hal ini bisa dicek di musnad Ahmad no. 13044, hal. 340.

Dari sini kemudian mahallun niza’ (tempat perselisihan)nya diketahui. Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah mengklaim hadis tersebut hasan. Namun, Imam Baihaqi dan Imam Ahmad mengklaim dhoif.

Pengkajian terhadap hal ini membutuhkan diskusi khusus dan serius dalam menentukan keabsahan hadisnya (red: Ilal jarh wa at-ta’dil). Padahal kalau kita membuka syarah-nya, yaitu “Hasiyah As-Sanadi ala Ibn Majah”, dicsitu dijelaskan bahwa yang tidak diperbolehkan adalah selamanya dan tidak ada selamanya. Namun, ketika di situ terdapat bentuk kecintaan antarsesama, maka boleh. Terlebih jika itu kita lakukan terhadap guru yang siang-malam waktunya untuk mendidik.

Kalau menunduk dan ngesot, selain ini adalah budaya penghormatan, dua elemen ini juga tidak ditolak oleh nash karena yang dilarang hanya bentuk penuhanan. Dalam hal ini ulama salaf juga masih ikhtilaf dalam keabsahan hadis tersebut.

Sementara, soal mencium tangan, sesungguhnya merupakan ajaran yang justru diajarkan oleh para Sahabat. Dalam hadis, misalnya, dikisahkan para Sahabat juga mencium tangan baginda Nabi (diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 5217 dan Tirmidzi no. 3872).

Bahkan, ada pernyataan Sayidina Ali yang sangat masyhur yang mendorong untuk menghormati guru walaupun hanya mengajarinya satu huruf saja, beliau rela menjadi budak: https://www.mezan.net/sayed_ameli/books/mezanlhak/01/017.html#_ftn4

Tinggalkan Balasan