RUDIRA MENGALIR SIA-SIA

Di kesunyian malam dan gemerlap cahaya
Berlari menuju lorong hampa
Setelah mendengar bisikan dada yang menggema

Bersamaan dengan langit yang sedang bersedu sedan
Menciptakan petrikor yang menostalgia manusia
Sepasang kakinya berlari
Menyapu lorong hati yang hampa
Yang telah kosong sejak dilahirkan

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Bersama rundung peluru penjajah yang menembus jiwanya
Tak ada apapun
Bahkan buhul dengan ibunya telah terputus
Hanya serupa rasa anggara
Hanya halai balai perasaan
hanya setumpuk debu tanda kematian
namun sedikit berkampana.

Di suatu saat, di atas tanah yang pekat
Menghadap ke Nabastala
Memerangi seluruh kemasygulan jiwa
Hingga sadar bahwa dirinya sendiri adalah rumah
Lantas berpulang tanpa ada penolakan

BUNUH DEMENSIA PENGUASA!

Janjimu yang mahal telah sirna!
Dibawa nafsu keserakahan tuan
Tak terlihat
Bersembunyi di balik senyuman dan kata-kata

Tinggalkan Balasan