Bunuh demensiamu tuan!
Kekuasaan tuan hanya dinikmati hewan-hewan tuan
Lupa sudah akan hari ketika tuan dijunjung rakyat
Yang harapannya telah pupus
Di bawah bayang-bayang tubuh tuan yang berapi
TULANG YANG PATAH

Memang putih, tapi telah rapuh
Tak bisa digenggam erat
Apalagi janjimu yang lumpuh
Menciptakan negara yang hiru biru
SEGALAMU
Matamu yang baswara
Menyalakan api kerinduan
Kadang terlihat binar, rinai, dan sendu
Mengundang iba dan ingin temu.
