Jawaban Romlah jelas tak masuk akal dan tak memuaskan rasa penasaran Kirman. Bersebab raut wajah Romlah terlihat begitu lesu dan seperti berusaha menyembunyikan sesuatu.
“Kenapa baru sekarang merasa tak betah? Toh, sejak kecil kita sudah lama tinggal di rumah ini?”

Romlah tak menanggapi ucapan sang kakak.
“Apa kamu merasa kesepian?”
Romlah menatap Kirman. “Aku kesepian? Ya, aku memang kesepian sejak lama, Kang. Tepatnya sejak suamiku meninggal dan kedua anakku memilih bermukim di kota besar dengan alasan di kampung susah mencari pekerjaan.” jawab Romlah dalam hati.
“Aku nggak keberatan kalau Tias tinggal bersamamu, biar kamu ada yang menemani.”
Tias adalah anak bungsu Kirman yang kini sudah lulus Sekolah Dasar. Seingat Romlah, Tias memang anak yang baik dan penurut. Dia pasti mau andai dirayu ayahnya agar tinggal bersama bibinya. Tapi bukan itu yang menjadi akar permasalahannya. Ia memang kesepian tinggal di rumah seorang diri, tapi selama ini ia sudah terbiasa dengan kesendirian.
“Tak usah, Kang, aku tak kesepian, kok.”
“Lalu, apa alasanmu ingin menjual rumah peninggalan orangtua kita?”
Romlah lagi-lagi terdiam. Sebenarnya ia ingin menceritakan permasalahannya pada sang kakak. Tapi… ah. Persoalannya tak sesederhana itu. Romlah merasa tak yakin apakah dengan bercerita lantas Kirman akan mendukungnya atau malah menghiburnya dengan nasihat-nasihat ala pemuka agama itu.
“Terus, seumpama rumah ini dijual, kamu akan pindah ke mana? Jangan-jangan kamu mau ikut tinggal bersama anak-anakmu di Jakarta?”
“Tidak, Kang. Aku hanya ingin pindah rumah saja, mencari suasana baru yang lebih tenang.”
“Oh, jadi selama ini ada hal yang mengganggumu? Tolong katakan padaku, apa ada tetangga yang diam-diam mengusik kehidupanmu?”
Romlah menggeleng lemah. Ia akhirnya memilih tak banyak bicara, khawatir kalau ia keceplosan mengatakan apa yang menjadi problem hidupnya. Kepada Kirman, ia lantas kembali menegaskan ingin menjual rumah. Sementara raut Kirman tampak masih sangat keberatan dengan keinginan sang adik yang ingin menjual rumah peninggalan orangtua mereka.
