Setelah berpikir sejenak Abu Darda pun setuju. Kemudian, setelah mereka sepakat kapan hari pernikahan, Abu Darda beranjak pamit dari rumah itu.
Di luar, begitu bertemu saudaranya, mula-mula Abu Darda bingung harus berkata apa. Namun demikian, akhirnya ia menyatakan bahwa di dalam tadi telah terjadi satu peristiwa, akan tetapi ia malu untuk menceritakannya pada saudaranya itu. Kemudian, dengan suara lembut Salman al-Farisi meminta Abu Darda untuk menceritakannya.

Setelah Abu Darda menceritakannya, Salman al-Farisi menanggapi dengan menyatakan bahwa seharusnya ia yang malu kepada Abu Darda, karena ia melamar seorang gadis yang telah ditetapkan oleh Gusti Allah Ta’ala untuk Abu Darda. Dan, sampean tahu, tidak hanya itu keluhuran akhlaknya, bahkan Salman al-Farisi pun memberikan bekal pernikahannya untuk pernikahan Abu Darda.
