Pandemi masih menghantui kalangan pesantren. Sejak pondok pesantren muncul sebagai kluster penyebaran Covid-19 mulai Agustus 2020 lalu, hingga kini terdata sudah 3000 lebih santri yang positif terpapar virus Corona ini. Di saat yang sama, tercatat ada sekitar 2007 kiai, nyai, dan pengurus pondok yang meninggal tersebab Covid-19.
Kamis (10/12/2020) lalu, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) merilis data yang mengejutkan. Berdasarkan hasil pemantauan terhadap pondok-pondok pesantren yang terindikasi menjadi kluster Covid-19, FSGI mendata tercatat ada 3.089 kasus Covi-19.

Data yang dirilis FSGI tersebut didasarkan pada hasil pemantauan jaringan guru FSGI di berbagai daerah dan juga pemberitaan di media massa yang terkonfirmasi dengan data kasus Covid-19 Satuan Gugus Tugas Covid-19 di daerah.
“Hasil pemantauan selama tiga bulan menunjukkan bahwa kluster pondok pesantren sangat besar jumlahnya, bahkan wilayah seperti di Cilacap, pada bulan Oktober total kasus Covid-19 mencapai 908 kasus positif Covid-19, dari jumlah tersebut 38.32 persen atau 348 kasusnya berasal dari pondok pesantren di wilayah Cilacap,” kata Dewan Pakar FSGI Retno Listyarti.

اللهم سلمنا بهذا الفروس كورون