Sambutan Kematian

Kali ini aku benar-benar berpikir keras mengenai hal-hal yang akan kusampaikan dalam sambutan kematian di acara pemakaman almarhum. Selama ini, menjadi penyampai sambutan kematian mewakili keluarga almarhum adalah hal yang biasa saja bagiku sebagai orang yang ditokohkan.

Jika yang meninggal adalah orang yang sangat baik secara sosial, aku mudah saja menyampaikan sambutan dengan memuji-muji perilaku almarhum semasa hidup. Dan di akhir sambutan, biasanya aku akan mengingatkan segenap khalayak yang hadir dalam upacara kematian itu tentang haqqul adami. Hak anak Adam. Misalnya utang piutang dengan almarhum dapat diselesaikan dengan ahli waris atau anggota keluarga kandung yang masih hidup. Jika yang meninggal orang tua, haqqul adami bisa diselesaikan dengan anak cucunya. Jika yang meninggal adalah orang muda yang masih memiliki kedua orang tua secara lengkap, akan kusarankan agar diselesaikan dengan orang tuanya. Tidak hanya berkaitan dengan utang uang, tetapi juga utang kerja sama, utang janji, dan hal-hal yang seharusnya diberikan sebagai hak orang lain.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kali ini, begitu ada yang datang ke rumah meminta kesediaanku untuk menyampaikan sambutan kematian, aku menjadi gundah. Bukan aku kehabisan bahan untuk menyampaikan sambutan, melainkan yang meninggal ini adalah seseorang yang sangat dibenci oleh masyarakat.

Almarhum adalah orang yang semena-mena dan biasa mengambil hak orang lain semasa hidupnya. Almarhum adalah seorang penyeleweng kepercayaan masyarakat, bahkan penyeleweng amanah negara.

Ia adalah kepala desa kami. Ia meninggal lantaran sebuah kecelakaan dahsyat.

Bagaimana aku akan dapat mengatakan bahwa almarhum adalah orang baik? Tak pernah ia berikan hak rakyat sebaik seharusnya. Perangkat-perangkatnya biasa pungli (pungutan liar) setiap ada bantuan sosial. Setiap ada warganya yang berurusan dengan pihak kepolisian, ia akan menyelam sambil minum air alias mengambil keuntungan dari mengurus kepentingan warganya. Bekerja sama dengan pihak kepolisian ‘mengerjai’ warganya.

Ia melibatkan diri sebagai penolong. Menolong untuk memperoleh kepentingan pribadi. Dan hampir setiap warga sudah mengetahui perilakunya yang selalu merugikan itu.

Halaman: First 1 2 3 ... Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan