Teknik Belajar Modern, Tradisi Lama Pesantren

Setiap lembaga pendidikan selalu mencoba memberikan teknik pengajaran yang efektif untuk para muridnya, supaya pembelajaran yang disampaikan dapat dengan mudah dicerna dan diingat.

Seiring berjalannya waktu, para ilmuwan mulai menemukan beberapa tips yang efektif untuk meningkatkan performa dalam belajar. Mulai dari personalized learning, spaced repetition, hingga dialogic teaching—semua diklaim sebagai temuan mutakhir di abad ke-21.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Namun, tahukah kita bahwa jauh sebelum laboratorium-laboratorium modern di Barat meneliti efektivitas metode belajar, pondok pesantren di Nusantara sudah lebih dulu mempraktikkan teknik-teknik tersebut?

Selama berabad-abad, pesantren telah mengembangkan sistem pembelajaran yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan kemandirian santri. Berikut adalah 5 teknik belajar modern yang ternyata sudah menjadi budaya pesantren sejak dulu.

Pertama, Sorogan (Personalized Learning). Sorogan berasal dari kata bahasa Jawa, sorog, yang berarti “menyodorkan”.

Metode ini adalah sistem di mana seorang santri menyodorkan kitabnya di hadapan kiai atau ustaz untuk dibaca dan dipelajari secara langsung, satu per satu secara bergiliran. Kiai benar-benar mengetahui kualitas, kemampuan, dan kelemahan setiap santri secara individu. Santri tidak boleh melanjutkan ke pelajaran berikutnya jika belum benar-benar menguasai pelajaran sebelumnya.

Dalam dunia modern, teknik ini dikenal dengan istilah Personalized Learning atau pembelajaran personal. Definisi ilmiahnya adalah pendekatan yang berpusat pada peserta didik (learner-centered) dengan menyesuaikan pengajaran terhadap kebutuhan, tujuan, kemampuan, motivasi, dan minat masing-masing individu.

Tinggalkan Balasan