PAYUNG
aku dan langit jadi sepasang mempelai
yang merahasiakan kisah cinta
di balik detak jarum jam

bila langit menerima kemarau
sebagai nasib yang jatuh di garis tangannya
tubuhku sedia terbuka
merelakan punggung ini tercabik matahari
demi menaungimu semata
agar kau tak buruk sangka
bagi langit kasihku tercinta
dan bila langit menerima musim hujan
sebagai jalan keseharian
tubuhku juga akan terbuka
membiarkan punggungku basah
demi keteduhanmu
supaya kau tak gampang menduga
:langit sedang meneteskan air mata
begitulah aku dan langit jadi kekasih
yang saling melengkapi
dalam catatan kisah yang tersembunyi
KAU: DI ANTARA PERCINTAAN MUSIM DAN TANAH
rupanya musim menulis surat cinta kepada tanah
melalui gugurnya daun dan bunga
kemudian tanah membalas surat itu dengan sebaris kata
pada tumbuhnya pohon menjulur buah
tiba-tiba tanganmu memetik buah itu dan mengunyahnya
tanpa menyadari hakikat percintaan musim dan tanah
