Menjadi seorang bintang memang tidak segampang membalik telapak tangan. Namun demikian, saat diusahakan dengan maksimal dan diupayakan dengan ikhtiar sebaik-baiknya, maka menjadi seorang juara bukan sesuatu yang nisbi. Karena ikhtiar dan takdir adalah dua aspek yang saling menentukan untuk sebuah kesuksesan.
Adalah Zainur Rifandi Yusuf dan Ahmad Noeruzzaman, —keduanya adalah santri Annuqayah daerah Lubangsa, Sumenep, Madura, Jawa Timur,— dengan talenta yang dimiliki, mereka mampu menyabet juara 1 dan 2 dalam ajang lomba kaligrafi. Lomba seni kaligraf ini diadakan oleh Persatuan Bahasa Arab Komunikasi (Pebakom) Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam Malaysia, tahun 2022. Sebagaimana dilansir dari laman pcnusumenep.or.id, lomba ini diselenggarakan secara daring (virtual) sejak tanggal 12-15 Januari 2022. Dalam perlombaan ini diikuti oleh banyak peserta dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Rifandi, sapaan akrab dari Zainur Rifandi Yusuf, merupakan sosok yang suka kaligrafi sejak masih kecil. Rifandi juga sering mendapat job untuk membuat kaligrafi timbul yang dipakai di masjid-masjid. Bakat seni kaligrafi Rifandi dipengaruhi oleh kakaknya yang juga menguasai seni kaligrafi. “Saya menyukai seni kaligrafi karena termotivasi dari Kakak,” demikian pengakuan Rifandi asal mula menyukai dan menekuni kaligrafi.

Mantap. Santri yang menginspirasi.
Alhamdulillah, laha ma kasabat wa ‘alaiha maktasabat. Sakalangkong, Tretan, atas komentarnya,,,