Santri dan Post Truth

Di era post truth ini saatnya santri melakukan counter culture dan kontra narasi terhadap informasi yang menimbulkan kebencian dan kebohongan. Tidak cukup hanya berbekal literasi, hal ini membutuhkan yang namanya ketahanan moral (moral resilience) yang fleksibel demi menyembuhkan luka panjang penuh kebohongan. Hal ini sangat penting seperti halnya semangat resolusi jihad yang dikobarkan KH Hasyim Asy’ari, manusia tak boleh tinggal diam melawan narasi kelancungan dan dusta untuk kemudian tampil membangun bangsa dan negara.

Dengan demikian, tugas santri nantinya adalah mengkonter paham-paham yang ekseklusif secara ideologi agama maupun negara. Selain itu, santri diharapakan dapat memberikan sebuah kekayaan paradigma kepada semua orang untuk bersikap terbuka dalam melihat wacana kekinian, sehingga cenderung bersikap inklusif. Semua ini nantinya dapat berperan penting dalam membangun dunia media komunikasi yang baik di ruang cyber maupun ruang kehidupan sosial lainnya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Referensi:

Muhammad War’i, Nalar Santri: Studi Epistemologis Tradisi Pesantren.
Abdurrachman Mas’ud, Intelektual Pesantren: Perhelatan agama dan tradisi.
Badrut Tamam, Pesantren, Nalar, dan Tradisi.

Tinggalkan Balasan