Santri dan Radikalisme

Saat ini, radikalisme memiliki banyak pintu masuk untuk mempengaruhi orang, baik secara luring maupun daring. Sehingga, mulai dari kalangan orang tua hingga anak muda yang masih produktif cukup rentan terpapar virus radikalisme. Masyarakat diimbau untuk tetap mewaspadai penyebaran paham ini.

Radikalisme diartikan sebagai suatu pandangan, paham, dan gerakan yang menolak secara menyeluruh terhadap tatanan, tertib sosial, dan paham politik yang ada dengan cara perubahan atau perombakan secara besar-besaran melalui jalan kekerasan. Karena itu, radikalisme masih dianggap sebagai musuh bersama.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Untuk menangani hal ini, tentu saja semua pihak harus ikut meredam atau membendung penyebaran paham tersebut. Di sinilah pentingnya peran ulama, kiai, tokoh agama, dan kaum santri dalam membentengi masyarakat dari virus radikalisme demi menjaga kebhinekaan dan persatuan bangsa Indonesia.

Salah satu asatidz Pondok Pesantren Cipasung, Teguh Darmawan, menyebut sebenarnya radikalisme memiliki tiga kategori, yaitu paham radikal dalam aliran perpolitikan, sikap estrem dalam aliran perpolitikan, dan gerakan radikalis yang ingin melakukan perubahan dengan cara kekerasan.

Dalam kategori ketiga ini adalah kelompok yang menghalalkan segala cara, termasuk pembunuhan atas nama agama. Karena itu, akhirnya radikalisme dianggap sebagai suatu kejahatan dan musuh bersama.

Tinggalkan Balasan