Bahkan, di negara kita bisa dipelajari bahwa ukhuwah itu ada, yaitu ukhuwah islamyiah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah. Yang mana semuanya memiliki tujuan demi ajeknya persatuan.
Ada hadits lain yang juga menekankan pentingnya persaudaraan sesama muslim:

عَنْ أبْنِ عُمَرَ رَضِى الله عَنْه قَالَ: قَالَ رَسُوْلَ اللهِ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ: الْمُسْلِمُ أَخُوْ الْمُسْلِمِ لا يَضْلِمُهُ ولايخذله وَلا يُسْلِمُهُ
Artinya: “Diriwayatkan dari Ibnu Umar, beliau berkata: ‘Rasulullah SAW bersabda: Seorang muslim itu adalah saudara muslim yang lain. Oleh sebab itu, jangan menzdalimi dan meremehkannya dan jangan pula menykitinya.’” (HR. Ahmad, Bukhori, dan Muslim).
Karena itu, jika ada suatu kelompok atau gerakan yang mengancam keutuhan kesatuan dan persatuang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sesungguhnya itu bukan sekadar radikalisme, melainkan terorisme. Oleh karena itu, sebagai santri kita harus merapatkan barisan agar bisa berperan penting untuk melawan radikalisme dan terorisme. Sebagai santri, kita harus terus-menerus memperkokoh keimanan dan menyemaikan perdamaian.
