Disrupsi merupakan era terjadinya berbagai inovasi dan perubahan besar-besaran yang secara fundamental. Disrupsi dapat mengubah semua sistem, tatanan, dan landscape yang ada ke dalam cara-cara baru.
Perubahan semacam ini membuat segala sesuatu yang semula berjalan dengan normal-normal saja dan serba teratur, tiba-tiba harus berhenti atau berubah secara mendadak akibat hadirnya sesuatu yang baru. Misalnya, perubahan teknologi, aplikasi, atau berbagai kombinasi yang disebabkan oleh berbagai faktor. Era ini menuntut manusia untuk berubah atau punah.

Disadari atau tidak, peradaban manusia telah berangsur-angsur mengalami perubahan, dan perubahan yang akan semakin cepat. Hal ini membuat manusia memasuki revolusi teknologi yang secara fundamental telah mengubah hidup manusia di semua dimensi kehidupan. Termasuk dunia pesantren dan santri.
Dalam menghadapi perkembangan zaman ini, santri harus bisa beradaptasi dan melakukan perubahan. Selain menekuni diskursus keagamaan yang sangat kental dengan kajian kitab kuning, santri juga dituntut untuk mempunyai daya intelektual yang luas, yang bisa menghubungkan antara kehidupan dunia dan akhirat.
