Interaksi antar-sesama dan lingkungan sekitar adalah satu sikap dasar manusia sebagai makhluk sosial. Hal ini menjadi salah satu ciri dari ekologi itu sendiri. Di mana, cabang pengetahuan dari biologi ini adalah pendekatan untuk mengetahui bagaimana interaksi antar-sesama, pun dengan lingkungan sekitar.
Seperti halnya pemahaman tentang konsep saling membutuhkan satu dengan yang lain, manusia adalah makhluk yang memiliki keseimbangan daya dan pikiran, saling menopang antara yang satu dengan lainnya. Hal ini tergambar pada bagaimana konteks sosial yang dibangun dalam sebuah wilayah. Budaya dan tradisi yang berkembang adalah bentuk dari keseimbangan daya dan pikiran tersebut.

Pesantren, seperti halnya disebut dalam tulisan sebelumnya, di samping sebagai “the great traditional education” juga sebagai sebuah wadah untuk mendayagunakan siklus sosial dalam ruang yang lebih kecil, kemudian dipraktikkan dalam ruang yang lebih besar. Pesantren di setiap daerah memiliki nama yang berbeda-beda, pun menjadi pusat pembelajaran tentang Islam dan budaya.
