Santri dan Tantangan Era Disrupsi

Kedua, produktivitas fisik. Dalam buku ini dituliskan bagaimana fisika dan sains dalam mengatur produktivitas manusia. Tiga keyword penting dalam pembahasan ini adalah energi fisik, fokus fisik, dan waktu fisik. Energi fisik menjelaskan bagaimana kita bisa mengoptimalkan tidur, nutrisi, dan kebugaran untuk meningkatkan kinerja tubuh kita. Fokus fisik berisi tentang cara memanfaatkan kekuatan pikiran kita agar tetap fokus. Waktu fisik berbicara tentang cara mengelola waktu serta menerapkan alat-alat dan teknik praktis untuk mengoptimalkannya.

Ketiga, produktivitas sosial. Produktivitas sosial merupakan kegiatan melakukan sesuatu untuk membantu orang lain dengan menggunakan waktu, pengetahuan, keahlian, serta kekuatan fisik. Sebagai seorang muslim, kita harus menjadi garda terdepan dalam melakukan produktivitas sosial, yang bisa dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga sampai ke lingkungan terluas seperti masyarakat secara umum. Contoh ritual dalam Islam yang berbasis sosial seperti salat yang dilaksanakan secara berjamaah, zakat, puasa dan haji yang dilakukan secara bersama-sama di waktu dan tempat tertentu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dengan demikian, solusi dalam menghadapi tantangan ini adalah santri harus fleksibel dan kontekstual. Prinsip mempertahankan nilai-nilai lama yang baik serta memasukkan nilai-nilai baru yang lebih baik harus tetap menjadi pemandu santri. Sehingga santri terus melakukan inovasi dan kreativitas di era yang semakin berkembang ini.

Sebagai salah satu contoh adalah dalam hal berdakwah, santri dapat memanfaatkan media yang sudah ada seperti Youtube, Instagram, Twitter, Facebook, Tik Tok, dan media-media yang lainnya yang banyak digandrungi oleh masyarakat zaman sekarang. Berdakwah lewat media sosial juga merupakan salah satu upaya santri agar dapat meng-counter hal-hal yang bersifat radikalisme dan mengancam NKRI.

Tinggalkan Balasan