Santri itu Tak Bergawai

Semakin berkembangnya kemajuan teknologi digital di era milenial ini membuat produk-produk teknologi bukan lagi mewah. Handphone (HP) atau smartphone atau telepon pintar, gadget atau gawai, semua orang bisa memilikinya. Dengan itu, semua orang dapat mengakses berbagai aplikasi komunikasi, pendidikan, sosial dengan hanya menggunakan gadget atau gawai. Mulai dari orang tua, remaja hingga anak kecil pun menggunakannya. Dari mulai presiden, pejabat, pedagang, pelajar, bahkan hingga santri.

Namun, jangan salah, biasanya santri baru bisa bermain HP jika saat di rumah ketika liburan. Sebab, pada umumnya, pengurus pondok pesantren melarang atau “mengharamkam” santri membawa gawai ke pondok. Banyak kejadian, jika ada santri yang membawa HP, dan ketahuan, maka pengurus pondok pun tak segan-segan untuk menyitanya atau bahkan menghancurkan HP tersebut.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Mengapa rata-rata pesantren melarang santrinya untuk membawa HP atau gawai? Jawabannya sederhana, karena santri tidak terlalu membutuhkannya saat berada di pondok. Santri hanya membutuhkannya untuk menghubungi keluarganya, dan itu pun pasti ada waktu-waktu tertentu, dan selebihnya mereka tidak membutuhkan gawai di pesantren.

Tinggalkan Balasan