Contohnya, manfaat HP bagi santri jika berada di pondok hanya untuk menghubungi keluarga. Selebihnya, hanya terdapat kemudaratan. Karena itu, jika dipikir-pikir, untuk apa santri membawa gawai ke pesantren. Toh, tidak banyak manfaatnya, karena rutinitas keseharian santri sudah bisa dibilang cukup padat diisi dengan mengkaji kitab, belajar, menghafal, dan lain sebagainya.
Sedangkan, sisi negatif atau kemudaratan membawa gawai ke pesantren justru banyak. Di antaranya akan mengganggu proses belajar santri, membuat santri lalai akan kewajibannya, menambah pengeluaran keuangan yang berlipat-lipat karena dipakai untuk membeli paket data, menambah pengeluaran pesantren karena menghabiskan listrik pesantren (karena gawai butuh dicas baterainya).

Dengan deretan imbas negatif atau kemudaratan yang telah saya sebutkan, maka sudah benar jika kalangan pondok pesantren membuat peraturan yang melarang para santri membawa gawai ke pondok. Karena, di pesantren pada umumnya gawai bukanlah kebutuhan utama.
