Boleh jadi, di era sekarang ini, memang menjadi suatu keniscayaan bahwa ilmu pengetahuan memiliki peran yang sangat penting, dan tentunya harus diimbangi juga dengan amal perbuatan.
Kedua, santri harus mempersiapkan diri agar memiliki entrepreneur skill yang mumpuni dan tampil dalam melihat peluang bisnis yang sangat besar. Menjamurnya start up bisnis dari kalangan pemuda harusnya direspons juga dengan sigap oleh kalangan santri. Santri zaman now tidak cukup hanya berbekal ilmu pengetahuan, tetapi juga harus sukses juga dalam bidang entrepreneur.

Rasulullah SAW telah memberikan contoh langsung untuk kita teladani. Di zamannya, Nabi merupakan sosok pebisnis yang sukses. Kesungguhanya dalam berdagang mengantarkan Rasulullah mencapai kondisi yang mandiri secara finansial di usia muda. Keteladanan inilah yang harus dicontoh oleh santri saat ini. Kemandirian ekonomi harus dirintis dan diperjuangkan dari sejak muda. Maka sudah sepatutnya santri tidak hanya belajar membaca dan menghafal kitab. Lebih dari itu, santri harus bisa mengaktualisasikannya. Dengan begitu, ada harapan besar santri juga bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Ketiga, di era milenial ini santri harus bisa berdiri di atas keteguhan dan keistikomahan dalam memegang prinsip dan karakteristik santri. Maraknya kenakalan remaja, kasus kriminal, dan merosotnya moral para pelajar di Indonesia yang diakibatkan kurangnya pendidikan berbasis karakter seharusnya tidak dialami oleh santri.
