Santri Pinjam Baju Santri

Kita belajar bahwa hidup bersama tidak selalu tentang memiliki sesuatu sendiri. Kadang, justru tentang bagaimana sesuatu yang kita punya bisa bermanfaat untuk orang lain. Baju yang kita pinjamkan mungkin hanya sepotong kain. Sandal mungkin hanya sepasang alas kaki. Peci mungkin hanya penutup kepala. Kitab mungkin hanya sebuah buku. Tetapi di balik benda-benda itu ada cerita tentang bagaimana hubungan antarsantri perlahan terbentuk.

Yang menarik, mungkin suatu hari nanti kita akan lupa siapa yang pertama kali meminjam baju kita. Kita juga mungkin lupa berapa kali pernah meminjam sandal atau kitab teman. Tetapi rasa persaudaraan yang tumbuh dari kebiasaan kecil itu bisa menjadi sesuatu yang jauh lebih lama tinggal dalam ingatan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sebab, ketika pertama datang ke pondok, kita membawa barang masing-masing. Namun, ketika pulang, kita membawa cerita yang tidak lagi sepenuhnya milik kita sendiri. Ada baju yang pernah dipakai bersama, sandal yang pernah bertukar kaki, kitab yang pernah dibaca bergantian, peci yang pernah dipinjam untuk mengaji, dan tentu saja kenangan tentang orang-orang yang dahulu adalah orang asing, tetapi kemudian terasa seperti saudara.

Mungkin itulah salah satu keindahan menjadi santri. Kita datang sebagai orang yang tidak saling mengenal, lalu perlahan belajar bahwa persaudaraan kadang dimulai dari hal sesederhana: “Boleh pinjam bajumu?”

Tinggalkan Balasan