Santri, Prestasi, dan Relegiusitas

Dari sisi luar memang ada sedikit kesamaan, tapi secaara batin, santri dengan pelajar biasa mempunyai perbedaan yang signifikan. Yakni, pada tingkat religiusitasnya. Setiap langkah dan capaian santri selalu dibarengi  dengan moral Islami atau yang dikenal dengan akhlaqul karimah. Sehingga, ini pun berpengaruh pada tingkah laku santri ketika berkompetisi. Alhasil, capaian prestasi pun adalah hasil pendekatan religiusitas. Mungkin, ketika berkompetisi, memang terlihat sama, tapi santri mempunyai faktor x atau spiritual effort yang relevan dengan capaian prestasi tersebut. Pembelajaran di pesantren yang memiliki seorang panutan, yaitu kiai dan pendekatan moral pesantren tentang agama serta akhlaqul karimah menyebabkan tingkat religiusitas santri terus meningkat. Dengan tingkat religiusitas yang tinggi, menyebabkan santri ketika mendapatkan prestasi selalu diiringi oleh sujud syukur. Ini juga relevan dengan apa yang telah diajarkan oleh para kiai, yakni syukur dan menghindari sifat sombong.

Tapi, sekali lagi, religiusitas inilah yang menghiasi tindak-tanduk santri setiap waktu. Sehingga diberitakan atau tidak oleh wartawan, diekspose atau tidak oleh media massa, bagi kaum sarungan bukan menjadi masalah besar. Hal yang paling urgen dari ini semua itu adalah terletak pada kredibilitas santri di masyarakat yang tidak akan pernah berkurang sedikit pun, dan stigma positif tentang santri yang religius serta penuh prestasi tidak akan hilang dari mata masyarakat Indonesia.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Wallahu a’lam bi asshowab.

Tinggalkan Balasan