Puluhan santri tersebut terlihat terampil menjahit membuat masker lantaran telah mendapatkan pelatihan menjahit di Balai Latihan Kerja (BLK) atau laboratorium menjahit milik pesantren setempat. Ratusan masker tersebut rencananya dibagikan secara gratis kepada seluruh santri putra dan putri. Selain itu, juga diberikan kepada para kiai dan puluhan guru yang mengajar di MTs dan MA Unggulan Ulumiyyah Kebonharjo, yang terintegrasi dengan Ponpes NTI.
Menurut Pengasuh Pondok Pesantren NTI Kebonharjo, KH Achmad Alam Farid, produksi masker dilakukan mandiri lantaran pihak pesantren kesulitan mendapatkan barang itu di toko. Sedangkan, jika membeli secara online pun, ternyata beberapa penjual mematok harga cukup tinggi.

