“Saya Pakai Suket, Bukan Ijazah”

“Memangnya kampus ini tempat penitipan ijazahmu?” demikian satu dari mereka berkelakar.

Akhirnya, setelah sekitar dua dekade kelulusan, saya kembali ke kampus untuk mengambil ijazah tersebut. Tapi hingga saat ini saya belum pernah menggunakan ijazah itu untuk kepentingan apa pun. Ijazah itu benar-benar masih “perawan”. Pun, belum pernah difotokopi untuk dilegalisasi.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Semua itu bisa terjadi hanya gara-gara selembar suket.

Andaikan waktu itu bapak saya punya ide gila, menyuruh saya jadi wakil presiden mendampingi Pak Harto, pasti yang saya sodorkan ya hanya suket itu. Tapi serius, tak ada maksud untuk menipu, atau mengaku-aku, bahwa saya lulus kuliah agar bisa menjadi wakil presiden. Dan tidak juga takut akan diadili jika di kemudian hari ada lawan politik yang mengusik. Sebab, faktanya memang begitu. Saya punya ijazah. Hanya, baru sekitar dua dekade setelah lulus, ijazah itu saya ambil.

Sekarang kalau ada yang bertanya mana ijazahmu, langsung akan saya tunjukkan ijazah aslinya. Bukan lagi suket. Dan tak perlu bertele-tele sampai ke pengadilan segala.

Tinggalkan Balasan