Sebelum Kita Dikenal oleh Dunia

Konon, orang Sunda mengenal satu ungkapan yang sederhana, tetapi terasa panjang umurnya: Indung tunggul rahayu. Bapak tangkal darajat.

Artinya: Ibu adalah sumber keselamatan. Bapak adalah sumber kemuliaan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ungkapan itu tidak lahir dari ruang kuliah. Ia tumbuh di beranda rumah, di sela suara lesung, di dapur yang mengepul, dan di perjalanan panjang orang-orang yang lebih dahulu menjalani hidup.

Mereka mungkin tidak mengenal teori psikologi atau sosiologi keluarga. Akan tetapi, mereka menyaksikan sendiri bagaimana seorang anak bertumbuh bersama doa yang tidak pernah putus dari kedua orang tuanya.

Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan seorang profesor X. Katakanlah namanya tidak penting. Karena memang dia tidak ingin diungkap namanya. Yang menarik bukan siapa dirinya, melainkan bagaimana perjalanan hidupnya.

Orang-orang mengenalnya sebagai akademisi. Gelar berderet di belakang dan depan namanya. Pendidikan sarjana, magister, hingga doktor ia tempuh melalui beasiswa. Ia mengajar di berbagai negara, menulis buku, berbicara di forum internasional, dan tulisannya menjadi rujukan banyak orang.

Di mata publik, kisahnya tampak mudah diringkas. Anak desa yang cerdas. Rajin belajar. Disiplin. Tekun. Berhasil.

Saya bertanya kepadanya, “Prof, kalau semua pencapaianmu harus diringkas dalam satu kata, apa jawabannya?” Profesor itu tersenyum. Kemudian berkata, “Aku tidak tahu.”

Jawaban itu membuat saya heran. Bukankah orang seusianya biasanya memiliki rumus keberhasilan yang siap dibagikan?

Tinggalkan Balasan