“Apa? Paketan data habis lagi buat ngirim tugas-tugas sekolahmu?”
Andin menggeleng tegas. Ibunya tertegun dengan pikiran menerka-nerka.

“Mak, hari ini adalah hari ibu. Andin barusan buat status ucapan hari ibu di medsos. Tapi sekarang Andin baru sadar bahwa Mak tak akan pernah membaca dan mempedulikan pada apa yang ada di medsos itu karena Mak tak punya HP.”
Ibunya mengernyitkan dahi.
“Untuk itulah Mak, Andin ingin mengucapkan selamat Hari Ibu. Terima kasih untuk seluruh cinta kasihmu selama ini, Mak. Selamat hari ibu ya, Mak,” Andin berkata dengan penuh penghayatan.
Ibunya mengambil napas dalam-dalam.
“Apakah Andin sayang Mak?” tanya ibunya.
“Tentu saja, Mak,” ucap Andin seraya mengangguk penuh keyakinan.
“Sayang itu butuh bukti, Nduk.”
“Apa buktinya, Mak?
“Pengorbanan. Mak tak butuh ucapan-ucapan mbelgedhes itu, Nduk. Yang mak butuh cuma bukti, Kamu bisa membuktikannya?”
“Tentu saja,” jawab Andin cepat.
