Selamat Jalan, Gus Iim

Belajar ke Amerika

Pendidikan Gus Iim dimulai di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Parimono, Jombang (1966), lalu berlanjut ke Pendidikan Guru Agama (PGA) empat tahun dan kemudian Sekolah Persiapan (SP) IAIN Jombang pada 1971.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Setelah itu, Gus Iim melanjutkan ke Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya. Selama kuliah, ia juga sembari mengajar Bahasa Inggris di Lembaga Bahasa IAIN.

Perkenalannya dengan Negeri Paman Sam dimulai pada 1985. Saat itu Gus Iim terpilih mengikuti program Southeast Asian Student Leaders di Amerika Serikat atas undangan USIS. Tiga tahun kemudian, ia berangkat ke Cornell University, Ithaca, New York, Amerika Serikat, untuk mempelajari Sejarah Asia Tenggara. Di kampus bergengsi itulah Gus Iim memperdalam pandangannya tentang dinamika sosial dan nilai etika lintas budaya. Kelak ketika kembali ke Tanah Air, Gus Iim dikenal sebagai seorang gus dengan pemikiran luas dan progresif.

Kembali ke Pondok

Saat masih kuliah di Amerika Serikat itu, Gus Iim juga sembari bekerja sebagai wartawan. Saat itu, ia menjadi koresponden Harian Surya di Amerika Serikat (AS). Saat itu, saya yang masih mahasiswa, sering membaca laporan-laporannya dari AS.

Ketika pulang ke Indonesia, Gus Iim meneruskan kariernya di dunia jurnalistik. Ia menjadi salah satu redaktur Harian Surya yang berkantor di Surabaya. Saat itulah, oleh dosen saya, Nizar Hasyim, saya diminta menemui Gus Iim. Pesannya cuma satu: agar saya bisa menjadi wartawan, seperti yang dijalani Gus Iim.

Tinggalkan Balasan