“Tapi kenapa, Pak?”
“Saya hanya punya uang empat puluh ribu. Apa cukup untuk membeli empat helai selimut? Tak perlu bagus. Yang penting bisa menghangatkan tubuh dari hawa dingin,” kata lelaki tua tersebut.

“Oh, tentu sangat cukup, Pak. Saya punya selimut bagus dari Turki. Harganya murah Cuma dua belas ribu saja. Kalau Bapak beli tiga, kaya kasih bonus satu,” jawab sang pemilik toko sigap.
Lega, wajah lelaki tua itu berbinar saat menerima selimut yang masih sangat bagus. Ia menyodorkan uang tiga puluh ribu, lalu pulang dengan riang sambil sesekali menghirup selimut yang masih beraroma toko.
Seorang teman yang sering berkunjung sedari tadi melihat dan mendengar percakapan si pemilik toko dengan si lelaki tua tersebut. Ia kemudian bertanya penuh keheranan.
