Sepak Bola dan Agama

Tentu argumen demikian tidak bisa saya terima. Selain karena cacat logika, walaupun saya sendiri mendukung Argentina, untuk keberpihakan politik Palestina-Israel saya tetap bersama warga Palestina. Dan bahkan dalam postingan instagram @dailywithcentura, terdapat postingan warga Palestina yang mendukung Argentina pada laga semifinal melawan Inggris. Apakah logis menuduh warga Palestina sendiri sebagai pro-Israel?

Agama seharusnya menjadi perekat antarmanusia, bukan dijadikan alat untuk mengukur kadar keimanan dan sikap politik seseorang. Lebih ironis lagi, pertandingan yang seharusnya menjadi hiburan justru berubah menjadi ajang saling menghakimi.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pada perkembangannya, persoalan agama biasanya kerap dijadikan sebuah letupan agar konflik terlihat sebagai konflik yang bermotifkan agama meskipun pada kenyataanya tidak semua faktor pemicu utama adalah agama (Triana Rosalina Noor, 2018)

Dalam ajaran agama mana pun, perdamaian, kasih sayang, dan penghormatan terhadap sesama selalu ditempatkan di atas rasa permusuhan. Agama hadir untuk merawat persaudaraan, bukan memperlebar jurang perpecahan. Oleh karena itu, mengaitkan kecintaan terhadap sebuah tim nasional dengan kesalehan seseorang bukan hanya berlebihan, tetapi juga mereduksi agama menjadi sekadar alat untuk memenangkan perdebatan.

Guna mencegah perdebatan yang semakin meluas, sebaiknya pembahasan sepak bola dengan isu agama harus segera dihentikan, agar tidak terjadi konflik yang tidak diinginkan. Mengingat masyarakat Indonesia kerap mudah terprovokasi oleh isu-isu yang sensitif.

Tinggalkan Balasan