Sepinya Gerakan Puisi

Kita pernah mendengar tentang Pujangga Lama, Pujangga Baru, dan gerakan dari Angkatan 45, terutama Chairil Anwar, yang membawa napas baru pada puisi. Chairil memperkenalkan puisi bebas, sebuah anti-tesis dari puisi lama yang kaku. Chairil adalah seorang modernis dalam dunia puisi. Ia memperkenalkan bentuk dan isi, serta teknik puisi modern yang berlaku di mancanegara.

Kita tahu, Chairil Anwar telah memengaruhi banyak penyair Indonesia. Perubahan kualitas di dunia puisi terlihat sejak Chairil muncul dan terus berlangsung hingga sekarang. Kita mengenal nama-nama besar; seperti WS Rendra, Subagio Sastrowardoyo, Goenawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono, Sitor Situmorang, Joko Pinurbo, dan lain-lain, sederet nama penyair yang meneneruskan jejak dan sikap Chairil Anwar dalam menghadapi perubahan zaman. Para penyair sesudah Chairil Anwar juga ikut mengeksplorasi kesustraan dunia ke dalam puisi-puisi mereka.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sikap Chairil Anwar dalam dunia puisi terlihat jelas pada sajak-sajaknya yang melegenda, walaupun tidak terlalu banyak. Sebuah sikap yang dia pelajari dari penyair besar Rainer Maria Rilke. Chairil adalah seniman, seperti Rilke, yang menganggap puisi sebagai seni yang setara dengan seni-seni lain, seperti seni rupa dan musik klasik. Puisi sama pentingnya bagi manusia seperti seni lainnya. Puisi menawarkan nilai-nilai yang bisa digunakan dalam kehidupan manusia secara umum atau personal.

Tinggalkan Balasan