Sekarang gerakan puisi terasa sepi. Terakhir kita mendengar mengenai puisi gelap. Manifesto Puisi Gelap yang dicetuskan oleh penyair Indra Tjahyadi dkk, yang mengeksplorasi Surabaya dengan gaya yang dipinjamnya dari para penyair simbolis Prancis, sebut saja nama seperti; Charles Baudelaire, Mallarme, dst.
Puisi gelap adalah gerakan puisi yang meneruskan cita-cita penyair Kriapur yang meninggal di usia yang sangat muda karena kecelakaan yang menimpanya. Afrizal Malna sebagai penyair kelahiran Kota Surabaya juga mengeksplorasi puisi gelap dalam konteks masyarakat urban. Setelah penyair-penyair yang telah disebutkan secara tak utuh itu, kita tak mendengar lagi gerakan puisi atau pertanyaan penting tentang, misalnya; apa arti puisi modern hari ini? Seperti apa puisi modern itu sekarang?

Lamat-lamat kita hanya mendengar tentang puisi kontemporer yang katanya hanya bisa diterima di masa datang oleh Indonesia. Apakah puisi yang katanya kontemporer itu adalah sebuah gerakan puisi hari ini? Atau itu hanya slogan bagi mereka yang gagal menulis puisi? Atau itu hanya pernyataan bagi dekadensinya saja? Barangkali hanya waktu yang akan menjawabnya, dan bukan kita. Sekian.
