SEPUCUK SURAT UNTUK TAN MALAKAT
Tan
Sudikah kau mendengar dengan seksama
Kisah-kisah muram di zaman yang suram

Dahulu dengan mencecap sakit yang mencekam
Kau mencurahkan usahamu untuk belajar
Di kepalamu berkeliaran nasib para buruh
Di benakmu bekelana nasib anak bangsa
Di pikiranmu terbentang luas nilai-nilai kemanusiaan
Aku malu padamu
Diriku lumpuh oleh nada-nada
Yang disiapkan para pemodal
Kami terlena dalam giur yang menjinakkan
Engkau sakit, tapi belajar
Kami sehat tapi pikiran kami kotor oleh asmara
Kauarungi samudra dengan perenungan
Kami arungi waktu dengan kepatahhatian
Kau terbata-bata mengeja pembebasan
Kami terenyuh-enyuh dengan kegalauan
Tan,
Harus dengan cara apalagi aku menyembungikan urat malu ini
Dengan gigih kauturun
Menghunus kata
Mencerca penjajah
Namun kami
Terjatuh pada lautan puisi cinta
Dari penjara ke penjara kau menggagas ide
Dari warung kopi ke warung kopi
kami pacaran
Kau tumpuk-tumpuk pustakamu
Kami tumpuk-tumpuk surat cinta
Kau lari dari perang ke perang
Kami lari dari pasangan ke pasangan
