SEPUCUK SURAT UNTUK TAN MALAKA

Bisakah, si lebah menyambung kehidupan
Sedang sengat terjerabut
Menjelma obat bagi penyakit dari jiwa jiwa yang butuh

Bisakah jiwanya tetap bersiul
Cintanya tetap bersemi
Dengungnya tetap bersenandung
Sedang secercah madunya dirampas
Dan sarangnya dicabik-cabik oleh kerakusan

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Bisakah, ia masih menjadi lebah yang lebah?

Kehidupan telah mati, kematian telah hidup

Apa kata yang diucap lilin pada api dan gelap?
Akankah untaian syukur
Sebab telah diberi  singgasana kebermanfaatan
atau sebongkah kata-kata kotor
karena telah meluluhlantahkan harapan akan keutuhan

bahasa apa yang diungkap atap pada kulit?
Akankah bahasa cinta
Ketulusan untuk pengorban
Kasih sayang untuk keutuhan
Ataukah hunusan umpatan
Sebab ia ditumbalkan atas terik
yang menyengat nan menyayat
atas krisis iklim
yang bahkan dibuat oleh ulah sang kulit

maukah ia menjadi lilin yang lilin
dan atap yang atap?

lalu bagaimana dengan manusia?
apa yang ia alami
akan manusia akan tetap menjadi manusia
akankah ia hidup dan tetap hidup
atau mati dan tetap mati

Kehidupan telah mati, kematian telat hidup.

ilustrasi: historia.

Tinggalkan Balasan