Bisakah, si lebah menyambung kehidupan
Sedang sengat terjerabut
Menjelma obat bagi penyakit dari jiwa jiwa yang butuh
Bisakah jiwanya tetap bersiul
Cintanya tetap bersemi
Dengungnya tetap bersenandung
Sedang secercah madunya dirampas
Dan sarangnya dicabik-cabik oleh kerakusan

Bisakah, ia masih menjadi lebah yang lebah?
Kehidupan telah mati, kematian telah hidup
Apa kata yang diucap lilin pada api dan gelap?
Akankah untaian syukur
Sebab telah diberi singgasana kebermanfaatan
atau sebongkah kata-kata kotor
karena telah meluluhlantahkan harapan akan keutuhan
bahasa apa yang diungkap atap pada kulit?
Akankah bahasa cinta
Ketulusan untuk pengorban
Kasih sayang untuk keutuhan
Ataukah hunusan umpatan
Sebab ia ditumbalkan atas terik
yang menyengat nan menyayat
atas krisis iklim
yang bahkan dibuat oleh ulah sang kulit
maukah ia menjadi lilin yang lilin
dan atap yang atap?
lalu bagaimana dengan manusia?
apa yang ia alami
akan manusia akan tetap menjadi manusia
akankah ia hidup dan tetap hidup
atau mati dan tetap mati
Kehidupan telah mati, kematian telat hidup.
ilustrasi: historia.
