Tan,
Aku malu
Aku sedih
Aku mengecewakanmu
JANJI PELIPUR UNTUK PEJUANG

Pada gusar yang menggelegar
Tiadakah dikau tahu, bahwa senyuman siluet senja selalu tersungging indah demi melipur laramu
Danau menari dengan anggun memeluk segenap gundah yang angkuh dalam jiwa
Siur angin bersenandung, mengucap salam kehangatan bagi sosok pejuang di depannya
Wahai gusar yang menggelora
Bukankah sangat indah lekukan awan di balik siluet jingga itu
Kicau burung menghancurkan kacau hati yang terpencar
Di balik letih itu, Tuhan selalu berhasil melukis bahagia pada kanvas pejuangnya
Wahai gusar yang pongah
Dengan angkuh sekarang alam berisyarat
Lambaian daun menderu-deru menyampaikan surat cinta
Bahwa di setiap lesuh pejuang, ada kebahagiaan dan perubahan bagi umat yang diperjuangkan
Wahai gusar yang jumawa
Berubahlah menjadi benih benih harapan
Semesta telah berjanji
Pada setiap jatuh, ada gemerlap lampion yang akan terbit
Pada setiap gemuruh badai, ada fajar yang indah
Kecam, kecewa dan lelah akan beringsut
Senyuman akan segara hadir memenuhi jamuan yang telah engkau perjuangkan
Kebahagiaan akan datang pada tempo yang sedekat-dekatnya, Wahai Pejuang
ANTARA KEMARIAN DAN KEHIDUPAN
Kehidupan telah mati, kematian telah hidup
