Si Tua “Pembohong”

“Hey Pak Tua!” teriak pemuda itu kesal. “Apa yang kau lihat di luar sana? Kenapa kamu suka sekali melihat jendela bangsat itu?” Rasa jenuh bercampur nyeri di kaki dan badanya telah membuat pemuda itu menjadi kasar.

Orang tua itu tetap pada posisinya, menatap khusyuk keluar jendela, tidak bergerak dan tertarik dengan omelan pemuda itu. Pemuda itu pun semakin kesal dan berteriak-teriak mengumpat orang tua tersebut. Begeitu terus dalam waktu yang sangat lama.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Hingga secara tiba-tiba, suatu hari, kakek itu masih dengan posisi menatap jendela, berbicara kepada pemuda tersebut lirih.

“Aku melihat bunga bermekaran di luar sana, melihat warna-warni kupu-kupu yang beterbangan mengisap sari-sari bunga,” ucap kakek tersebut lancar.

“Awan berarakan membentuk wajah-wajah anak kecil yang tersenyum, berlatarkan langit biru yang sangat jernih,” lanjut sang kakek.

Tinggalkan Balasan