Adapun, sejumlah tamu turut hadir di antaranya Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Bondan Kanumoyoso dan Dosen sekaligus pakar kebudayaan Perancis Suma Riella.
“Spirit kemerdekaan bukan sekadar lepas dari penjajahan, tapi mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan serta menjaga harkat dan martabat kemanusiaan. Oleh karenanya, kemerdekaan hakikatnya adalah untuk semua umat manusia. Akan sangat zalim kalau kemerdekaan hanya dinikmati dan dirasakan hanya oleh sekelompok orang. Dengan demikian, perjuangan kemerdekaan adalah perjuangan sepanjang hayat,” ujar Direktur Kebudayaan Universitas Indonesia Dr. Ngatawi Al Zastrouw

Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Komoenitas Makara Fitra Manan, melalui Majelis Nyala Purnama, mengajak merayakan makna kemerdekaan sejati, bukan hanya sebagai peristiwa sejarah, tetapi sebagai jiwa yang terus hidup.
“Kemerdekaan adalah anugerah yang harus terus diperjuangkan dan dimaknai dalam setiap langkah kehidupan dan merajut kembali tali persaudaraan yang mengikat kita sebagai satu bangsa,” paparnya.
