Surat Keenam: Kepada Teguh Esha, dari Indonesia Hari ini

Dan di situ, Pak Teguh, di antara nisan-nisan yang bisu, di bawah langit senja yang mulai muram, saya merasa air mata ikut menetes. Bukan hanya air mata saya, tapi air mata sebuah bangsa yang tak pernah berhenti berharap.

One Reply to “Surat Keenam: Kepada Teguh Esha, dari Indonesia Hari ini”

Tinggalkan Balasan