LETIHNYA RAKYAT
Hidup ini sulit menjual mimpi
mereka menuntut harapan
pada setiap mimpi-mimpi
sedang aku yang tumbuh di belantara
berjuang asa mengganjal perut
menjunjung mimpi yang tak seberapa
burung-burung semakin ulung berkicau di siang dan malam
aku pikir untuk menghibur awang-awang
ternyata merumus sendi penderitaan
sendi yang hanya mapan di atas kuasa
aku yang sebagian belantara
mati dengan cinta, mimpi, dan harapan
yang tak lagi mapan.

UNTUK BAPAK
Kepada nomor satu Indonesia
yang sedang berbunga-bunga
pada pujian hamba sahaya
di bangku-bangku kuasa
sepele anggap kami jelata
bagai yang merayap di tanah
bagai kukang yang jatuh dari pohonnya
setinggi apa dadamu busungkan
sekosong apa kepalamu pikirkan
di antara kami mati kelaparan
engkau bicara bak maha kuasa
berhala mana yang kau puja
Latta, Uzza, atau cermin kala Pilpres
kami ini manusia.
PEMBOHONG UTOPIS
Negeri para pengkhianat
yang kaya tanpa raya
yang sejahtera tanpa -an
yang merdeka hanya untuk penguasa
tanah-tanah kami emas
rakyat kami dianggap malaikat
penguasa kami?
kami puas dahaga semata
nikmat kami dirampas aturan
kebijakan yang tak beraturan
pilih-pilih sejawat kekuasaan
bermain catur di atas kepala rakyat
kami sudah puas ajakan tanpa tindakan
kami butuh keadilan.
