UNTUK BAPAK
Kepada nomor satu Indonesia
yang sedang berbunga-bunga
pada pujian hamba sahaya
di bangku-bangku kuasa
sepele anggap kami jelata
bagai yang merayap di tanah
bagai kukang yang jatuh dari pohonnya
setinggi apa dadamu busungkan
sekosong apa kepalamu pikirkan
di antara kami mati kelaparan
engkau bicara bak maha kuasa
berhala mana yang kau puja
Latta, Uzza, atau cermin kala Pilpres
kami ini manusia.

