Iin menjelaskan, pengembangan metode pembelajaran secara digital itu sekaligus menjawab tantangan pendidikan di tengah masa pandemi Covid-19. Sebab, selama pandemi Covid-19 terjadi banyak metode pembelajaran dilakukan secara daring. Pesantren Suralaya ke depannya akan terus melanjutkan pengembagan digitalisasi di lingkungnya. Di era teknologi informasi ini, pesantren juga harus mengikuti modernisasi zaman. Oleh sebab itu, santri juga harus terus mengikuti perkembangan, terutama teknologi informasi.
“Kita mulai resmikan hari ini, ada dakwah, pengajian, kuliah keagamaan melalui internet. Kita sudah coba dan dapat diikuti oleh 1.000 orang,” ujar Iin. Ia menambahkan, pembelajaran secara daring sangat perlu dilakukan di Pesantren Suryalaya. Sebab, santri pesantren itu tersebar dari berbagai daerah, bahkan hingga Singapura, Thailand, dan Malaysia.

Namun begitu, ia mengakui bahwa pengembangan digitalisasi Pesantren Suryalaya masih mengalami kendala minimnya insfrastruktur. Selain itu, jaringan Internet di wilayah itu masih terbatas. Walauapun demikian, Pesantren Suralaya tak akan berhenti mengembangkan digitalisasi itu. “Kita akan komunikasikan ke provider agar jaringan internet bisa dibenahi. Ini adalah cikal bakal pesantren digitalisasi di Jabar,” kata dia.
Pondok Inabah
