Suryalaya, Menjadi “Pesantren Cerdas” Setalah 115 Tahun

Selama ini, Pesantren Suryalaya lebih sohor sebagai pesantren yang memiliki metode khusus pengobatan untuk para pecandu narkoba yang disebut inabah. Seperti dikutip dari Wikipedia, inabah adalah istilah yang berasal dari Bahasa Arab “anaba-yunibu” yang berarti mengembalikan. Dengan demikian, metode inabah berarti pengembalian atau pemulihan. Maksudnya ialah proses kembalinya seseorang dari jalan yang menjauhi Allah ke jalan yang mendekat ke Allah. Konsep perawatan korban penyalahgunaan obat serta kenakalan remaja adalah mengembalikan orang dari perilaku yang selalu menentang kehendak Allah atau maksiat  kepada perilaku yang sesuai dengan kehendak Allah atau taat. Metode inabah mencakup meliputi tahapan mandi, salat, talqin dzikir, dan pembinaan.

Keberadaan Pondok Pesantren Suryalaya sendiri dirintis oleh Syaikh Abdullah bin Nur Muhammad atau yang dikenal dengan panggilan Abah Sepuh pada 5 September 1905. Saat itu,  Abah Sepuh mendirikan sebuah pesantren, berupa sebuah mesjid yang terletak di kampung Godebag, Desa Tanjung Kerta Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pada 1956, di usia ke-120 tahun, Abah Sepuh wafat. Kepemimpinan dan kemursyidannya dilimpahkan kepada putranya yang kelima, yaitu KH Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin yang akbrab dipanggil dengan sebutan Abah Anom. Pada masa itu, Pesantren Suryalaya sering mendapat gangguan dan serangan, seperti serangan yang dilakukan DI/TII.

Lalu, pada masa pemberontakan PKI tahun 1965, Abah Anom banyak membantu pemerintah untuk menyadarkan kembali eks anggota PKI, untuk kembali kembali ke jalan yang benar menurut agama Islam dan Negara. Setelah pemberontakan DI/TII dan PKI berhasil dilumpuhkan, perkembangan Pesantren Suryalaya semakin pesat dan maju. Faktor yang paling dominan adalah banyaknya masyarakat dari berbagai daerah yang ingin belajar Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah.

Tinggalkan Balasan