AKU, PUASA, IBU
biarkan puasa menyiksaku lagi,
menuntut dan menuntunku, untuk saleh kembali

sebulan penuh
pura-pura membaca sejarah,
memahami sahabat dan Nabi
;pamrih agar catatan baik ditulis malaikat setiap hari.
biarkan mulut merapal doa lebih keras
membelah langit malam
sekeras palu menikam batu
sementara,
wajah Ibu di kampung
semakin kerut dilumat waktu
sedang anaknya
menantang maut di perantauan,
bekerja mati-matian
sekadar hidup di negeri orang.
ramadan datang,
menyikasanya berulang-ulang
lima kali dalam lima tahun, ditambah tahun ini: menjadi enam.
semakin khusuk saja
wajahku memandang langitMu
“Biarkan aku hidup satu tahun lagi. Agar bertemu ramadan tahun depan, dan bisa memeluk Ibu terakhir kali.”
ucapku, tiba-tiba.
Yogyakarta, 2026.
PERJUMPAAN SAKRAL
Ada perjumpaan sakral
antara diriku dengan Tuhan
