Dalam salah satu edisi kumpulan tulisan sebuah gerakan nonprofit, ada satu hal menarik yang diuraikan oleh salah satu kontributor penulisnya. Bukan tentang indahnya tempat atau…
View More Menulis dan Lapisan Bawang MerahTag: duniasantri
Lelaki Bermasker dalam Bus Tua
Suhu udara di dalam bus panas sekali. Bau keringat para penumpang yang kepanasan menguap memenuhi ruangan kabin yang terasa sempit. Aku pun terus berkipas dengan…
View More Lelaki Bermasker dalam Bus Tua“Ngarit”, Stimulan di Tengah Wabah
Kemarin siang, ada pemandangan yang sudah lama tak pernah saya saksikan. Selepas dari swalayan untuk berbelanja kebutuhan rumah, saya melihat ada seorang bapak yang sedang ngarit di…
View More “Ngarit”, Stimulan di Tengah WabahSeri “Wali Pitu” di Bali (2): Habib Ali Bafaqih
Dalam tulisan Seri “Wali Pitu” di Bali bagian 1, salah satu dari tujuh ulama penyebar agama Islam di Pulau Bali adalah The Kwan Lie yang…
View More Seri “Wali Pitu” di Bali (2): Habib Ali BafaqihLAILAATUL QADAR
Hening kian tak bertepi Sepilah malam sunyi memagut Kerdip bintang ciptakan nada-nada Sumilir angin menerpa dedaunan Semburat sinar menerobos dinding bilik bercelah Siapakah engkau? …
View More LAILAATUL QADARSang Muazin Turun Gunung
Mbah Azwan adalah seorang muazin yang sangat dikagumi masyarakat desa. Dia memang berasal dari luar desa Kaligadung, dan sengaja datang ke sana untuk berguru pada…
View More Sang Muazin Turun GunungMenelisik Wetonan dan Jenang Sengkolo
Bagi orang Jawa, weton bukanlah hal yang luar biasa. Weton juga dianggap sangat sakral karena dalam laku keseharian orang Jawa sering didasarkan pada weton, dan bahkan menjadi…
View More Menelisik Wetonan dan Jenang SengkoloSeri “Wali Pitu” di Bali (1): The Kwan Lie
Jika di Pulau Jawa ada sembilan ulama penyebar agama Islam yang dikenal sebagai Wali Songo, di Pulau Dewata ada Wali Pitu yang diyakini sebagai penyebar…
View More Seri “Wali Pitu” di Bali (1): The Kwan LieSi Tua “Pembohong”
Di suatu kota, terdapat sebuah rumah sakit yang diperuntukkan bagi korban perang. Ratusan korban perang ditampung di tempat tersebut. Memang pada masa itu, perang menjadi…
View More Si Tua “Pembohong”Kang Jam di Antara Dua Alfiyah
Tangannya tak berhenti memutar tasbih. Mulutnya berkomat-kamit tanpa suara. Mukanya bersih karena senantiasa menjaga wudhu. Kepalanya menunduk, tawadhu. Di pelukan dadanya ada sebuah kitab besar…
View More Kang Jam di Antara Dua Alfiyah